Page 34 of 35

Review Film: Black Adam, Debut Dwayne Johnson sebagai Powerful Antihero dengan Konsep yang Pecah!

Review Film: Black Adam, Debut Dwayne Johnson sebagai Powerful Antihero dengan Konsep yang Pecah! – Setelah The Batman, tahun ini DC kembali merilis film superhero terbaru berdasarkan karakter DC Comics, yakni Black Adam. Bagi yang belum tahu, film superhero yang paling ditunggu-tunggu ini merupakan spin-off dari film Shazam! (2019) sekaligus menjadi film ke-11 di DC Extended Universe (DCEU) yang digarap oleh sutradara Jaume Collet-Serra.

Setelah penantian panjang, akhirnya Black Adam sudah bisa kamu nikmati di layar lebar bioskop mulai 19 Oktober kemarin. Nah, sebelum menyaksikannya secara langsung, berikut ulasan singkat dari Beauty Journal untuk film debut Dwayne Johnson sebagai superheroLet’s scroll down!

Sinopsis Black Adam

Black Adam menceritakan asal usul antihero tituler, salah satu metahuman paling kuat di alam semesta DC. Awalnya, Black Adam adalah seorang penduduk Khandaq bernama Teth-Adam yang memiliki kekuatan maha kuasa para dewa. Namun, ia justru menggunakan kekuatannya dengan cara yang salah sehingga membuatnya dikurung hingga ribuan tahun lamanya.

5.000 tahun berlalu, Black Adam kembali bebas dan berkeliaran di zaman modern. Meski sempat kebingungan, kedatangannya ini bermaksud baik, yakni berupaya melindungi penduduk Khandaq. Lalu, munculah sosok legenda yang ditampilkan dalam buku dan cerita leluhur rupanya berbeda dengan kisah sebenarnya sehingga membuat Justice Society: Hawkman, Dr. Fate, Atom Smasher, dan Cyclone datang mengincar dirinya.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/review-film-black-adam-debut-dwayne-johnson-sebagai-powerful-antihero-dengan-konsep-yang-pecah/

Review Film: Black Adam, Debut Dwayne Johnson sebagai Powerful Antihero dengan Konsep yang Pecah!

Kondisi itu pun membuat Black Adam dan Justice Society cekcok hingga nyaris membuat kota Khandaq hancur lebur. Berawal dari pertarungan inilah mereka tersadar akan musuh yang sebenarnya, yaitu Sabbac.

Aksi totalitas Dwayne Johnson perankan karakter superhero

Salah satu highlight di film ini adalah karakter Black Adam yang diperankan oleh Dwayne Johnson. Meski ini adalah pengalaman pertama memerankan karakter superhero, aktor yang juga dikenal dengan nama The Rock ini ternyata mampu membawakan perannya dengan totalitas. Dibandingkan dengan karakter dia di film-film sebelumnya, sebenarnya persona kali ini tak jauh berbeda, namun nampak lebih ebih sempurna dengan versi lebih cool dan powerful.

Film ini juga tak sepenuhnya mengubah sifat dan watak yang biasa ditunjukkan Dwayne di film-film sebelumnya, di mana aktor 50 tahun ini kembali ditampilkan dengan watak yang keras kepala dan sedikit kocak. Tenang meski film ini memiliki sentuhan komedi, leluconnya tidak terkesan garing atau berlebihan.

Suguhkan kisah apik dengan plot twist menarik

Black Adam bisa dibilang merupakan film superhero tipe serius. Meski memiliki perpaduan alur maju mundur, jalan ceritanya tetap mudah dipahami oleh penonton awam seperti saya. Ceritanya juga apik, tak mudah ditebak, dan jauh dari kata monoton dengan beberapa plot twist yang menarik. Soal audio, visual, dan CGI juga enggak perlu diragukan lagi.

Jika ditanya apakah harus menonton seri film lainnya, sejujurnya saya sendiri masih bisa menikmati meski termasuk awam DC Extended Universe. Jadi, jika kamu seorang pemula atau belum sempat menyaksikan seri lainnya, it’s really okay. Film Black Adam tetap layak untuk ditonton. Psst, ada after credit yang menunggumu di akhir film!

 

Sinopsis dan Review Peter Pan and Wendy, Cerita Klasik dalam Balutan Storytelling Gaya Baru

Sinopsis dan Review Peter Pan and Wendy – Karya klasik dari J.M Barrie kembali dihidupkan lewat film bertajuk Peter Pan and Wendy (ditulis secara resmi sebagai Peter & Wendy). Film yang disutradarai oleh David Lowery ini sudah bisa disaksikan lewat platform Disney Plus Hotstar mulai Jumat (28/4/2023) lalu.

Wendy (Ever Anderson) adalah gadis muda pemberani yang merupakan si sulung dari keluarga Darling. Malam sebelum keberangkatannya ke sekolah asrama, sebuah keajaiban datang kepadanya.

Si peri mungil Tinker Bell (Yara Shahidi) dan Peter Pan (Alexander Molony) yang biasa ia baca ceritanya di buku dongeng, muncul di rumah mereka. Peter Pan rupanya sedang mengejar bayangannya yang ngumpet di salah satu sudut rumah Wendy.

Bersama dua adiknya, John (Joshua Pickering) dan Michael (Jacobi Jupe), Wendy melompat dari balkon rumahnya, terbang menuju Neverland.

Captain Hook

Perjalanan di Neverland tak seindah bayangan Wendy, John, atau Michael. Begitu melayang di atas Neverland, kawanan ini ditembak oleh musuk bebuyutan Peter Pan, Captain Hook (Jude Law).

Pria yang satu tangannya digantikan dengan pengait ini memang punya dendam kesumat kepada Peter Pan.

“Jangan pernah menyebut nama itu di kapalku,” kata Captain Hook dengan ketus.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/sinopsis-dan-review-peter-pan-and-wendy-cerita-klasik-dalam-balutan-storytelling-gaya-baru/

Sinopsis dan Review Peter Pan and Wendy, Cerita Klasik dalam Balutan Storytelling Gaya Baru

Wendy Menyelamatkan Adik-adiknya

Gara-gara serangan Captain Hook, Wendy terpisah dari Peter dan adik-adiknya. John dan Michael tertangkap sang kapten bajak laut, bahkan hendak dieksekusi. Wendy yang bertemu dengan kawanan The Lost Boys, mencoba menyelamatkan John dan Michael.

Perjumpaan Wendy dengan Captain Hook selanjutnya, mengungkit kenangan lama yang terkubur dalam diri sang kapten. Tak hanya itu, Wendy juga berhasil menyibak hubungan masa lalu antara Peter Pan dan musuh bebuyutannya ini.

Gaya Penceritaan Baru

Peter Pan and Wendy memang berisi sejumlah elemen yang berkiblat pada sumber aslinya. Mulai dari Peter Pan yang menjahit bayangannya, The Ticking Crocodile alias buaya yang berdetak, hingga “alamat” Neverland: bintang kedua di kanan dan lurus terus sampai pagi.

Namun elemen yang direkonstruksi dalam film ini juga tak kalah banyak. Termasuk isu inklusi dan keberagaman yang dilekatkan kepada sejumlah karakter di film ini. Maka ditemukanlah karakter yang keluar dari “pakem” mulai dari perempuan dalam jajaran The Lost Boys dan Tinker Bell berkulit gelap.

Peter Pan and Wendy juga menawarkan storytelling baru dari kisah klasik mengenai seorang anak yang takut tumbuh dewasa. Mulai dari penceritaan yang difokuskan kepada karakter Wendy, hingga twist soal masa lalu Peter Pan dan hubungannya dengan Captain Hook.

 

Bukan ‘Black Adam’, Ini 5 Film Dwayne Johnson dengan Bayaran Fantastis

Bukan ‘Black Adam’, Ini 5 Film Dwayne Johnson dengan Bayaran Fantastis – Dwayne Johnson a.k.a The Rock adalah sosok aktor papan atas Hollywood yang dikenal dengan sederet prestasi lewat aktingnya yang multigenre. Mengawali karier sebagai pegulat professional di World Wrestling Entertainment (WWE), kini popularitasnya semakin melambung tinggi, bahkan tak sedikit film yang dibintanginya berhasil meraih box office.

Belakangan ini, namanya kembali naik daun berkat penampilannya di film terbaru DC Extended Universe (DCEU) ke-11, Black Adam. Ada sebuah fakta menarik, meski produksi film Black Adam tergolong bombastis, film ini ternyata tidak masuk ke dalam jajaran film dengan bayaran termahal bagi Dwayne (US$22.5 juta), lho. Lantas, film apa saja yang sukses membuat dirinya dibayar dengan harga fantastis? Temukan jawabannya berikut ini.

Hobbs & Shaw (US$758 Juta)

Hobbs & Shaw (2019) adalah seri spin-off pertama dari waralaba The Fast and The Furious. Film ini menampilkan Dwayne Johnson dan Jason Statham yang kembali memerankan karakter Luke Hobbs dan Deckard Shaw. Keduanya beradu akting sebagai penjahat tituler yang bekerja sama untuk menghentikan teroris yang dimodifikasi secara genetik, Brixton Lore (Idris Elba).

Tak dipungkiri, rilisnya film ini membuktikan bahwa Dwayne memiliki daya tarik box office yang besar. Di mana film ini sukses meraup US$174 juta di Amerika Serikat dan Kanada, dan US$586 juta di wilayah lain, dengan total US$760 juta di seluruh dunia. Lewat film Hobbs & Shaw, Dwayne bahkan dibayar seharga US$759 juta atau senilai Rp11.590.350.600.000.

Fast And Furious 6 (US$788 Juta)

Pada 2013, Dwayne kembali tampil di waralaba Fast and Furious seri keenam. Dalam film ini, agen DSS Luke Hobbs (Dwayne Johnson) mencari bantuan ke Dominic Toretto (Vin Diesel) dan Brian O’Conner (Paul Walker) untuk membantunya menghentikan Owen Shaw (Luke Evans), pemimpin kelompok tentara bayaran yang berencana mencuri perangkat berteknologi tinggi dan menjualnya di pasar gelap.

Fast and Furious 6 diketahui menjadi film terlaris kedua sepanjang franchise Fast and Furious, dengan kesuksesan box office awal selama akhir pekan Memorial Day tahun 2013. Selama penayangannya, film ini berhasil memperoleh US$239 juta di Amerika Utara dan US$550 juta di tempat lain dengan total US$789 juta di seluruh dunia. Sementara itu, Dwayne menerima bayaran sebesar US$788 juta atau senilai Rp11.813.077.435.760.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/bukan-black-adam-ini-5-film-dwayne-johnson-dengan-bayaran-fantastis/

Bukan Black Adam Ini 5 Film Dwayne Johnson dengan Bayaran Fantastis

Jumanji: Welcome To The Jungle (US$962 Juta)

Dwayne Johnson bergabung dengan Kevin Hart, Jack Black, Karen Gillan, dan Nick Jonas dalam Jumanji: Welcome To The Jungle (2017) yang merupakan reboot Jumanji (1995). Dalam film ini, keempat bintang papan atas tersebut memainkan karakter avatar para remaja yang terjebak dalam video game yang mereka mainkan. Para remaja ini pun harus mengakhiri permainan tersebut agar bisa melarikan diri dari Jumanji.

Selama penayangannya, film karya Robin William ini sukses hit dan menerima banyak ulasan baik. Hal ini tentu membuat film Jumanji: Welcome To The Jungle bertahan di puncak box office selama empat minggu berturut-turut dengan meraup US$962.1 juta di seluruh dunia.

Jumanji: Welcome to the Jungle bahkan menjadi salah satu film terlaris Sony Pictures sepanjang masa, menepati di urutan ketiga setelah Spiderman: Far From Home (2019) dan Skyfall (2012). Saat membintangi film ini, Dwayne dibayar US$962 Juta atau senilai Rp14.886.031.350.

The Fate of The Furious (US$1,2 Miliar)

The Fate of the Furious (2017) atau yang juga dikenal sebagai Fast and Furious 8, fokus pada cerita Dominic Toretto (Diesel) saat dia ditarik kembali ke dalam kehidupan kejahatan oleh cyber terrorist, Cipher, yang diperankan oleh Charlize Theron. Dalam film ini, Dwayne Johnson kembali memerankan karakternya sebagai Luke Hobbs yang bergabung dengan tim untuk membantu menyelamatkan Dom.

Setelah film ini rilis, The Fate of the Furious berhasil memecahkan banyak rekor box office, termasuk menjadi kesuksesan global. Film ini juga sukses meraup US$1.236 miliar di seluruh dunia. Ini adalah sebuah angka yang fantastis mengingat anggaran produksi hanya menghabiskan US$250 juta saja. Melalui film ini, Dawney juga dibayar dengan harga fantastis yakni US$1.2 miliar atau senilai Rp30.960.100.000.000.

Furious 7 (US$1,5 Miliar)

Terakhir, masih dalam waralaba The Fast and The Furious, kali ini di seri ketujuh atau Furious 7. Setelah menerima amnesti karena membantu DSS Hobbs (Dwayne Johnson) di Fast and Furious 6, Dom (Diesel), Brian (Walker), Letty (Michelle Rodriguez), dan Roman (Tyrese Gibson) mencoba untuk pensiun. Namun, Deckard Shaw (Jason Statham) ingin membalas dendam setelah mereka membuat saudaranya, Owen Shaw (Luke Evans), koma.

Ketika Furious 7 dirilis, waralaba tersebut telah mengumpulkan keuntungan box office secara global yang besar. Bahkan, film ketujuh ini berhasil meraup total US$1.516 miliar di seluruh dunia. Tak hanya sukses bagi film, Dwayne juga meraih pendapatan sebesar $1.5 miliar. Super fantastis, bukan?

Resensi Film Miracle In Cell No. 7

Resensi Film Miracle In Cell No. 7 – Akhirnya film Miracle In Cell No. 7 tayang di bioskop. Karya sineas Hanung Bramantyo ini adaptasi resmi dari film Korea Selatan berjudul sama, disutradarai Lee Hwan Kyung.

Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia kisahnya berawal dari tewasnya bocah bernama Melati Wibisono (Makayla Rose) dengan sejumlah luka memar. Melati anak petinggi partai, Willy Wibisono (Iedil Dzuhrie).

Dodo Rozak (Vino G Bastian) yang sehari-hari jualan balon didakwa bersalah dan dipenjara. Putri Dodo, Kartika (Graciella Abigail), dikirim ke Panti Asuhan Mentari karena ibunya, Juwita (Marsha Timothy), meninggal akibat perdarahan saat bersalin.

Dodo dijebloskan ke sel nomor 7. Di sana Japra (Indro Warkop), Atno (Indra Jegel), Zaki (Tora Sudiro), Yunus (Rigen Rakelna) dan Asrul (Bryan Domani). Berikut review film Miracle In Cell No. 7 yang diproduksi Falcon Pictures.

Kerusuhan di Lapas

Suatu hari, terjadi kerusuhan di lapas gara-gara seorang narapidana merasa terusik oleh bisnis yang dikendalikan Japra dari balik jeruji besi. Ia mencoba menghabisi Japra namun upaya ini digagalkan Dodo.

Akibatnya, Dodo mengalami luka tusuk. Merasa utang budi, Japra meluluskan permintaan Dodo untuk bertemu Kartika. Kartika kecil diselundupkan ke penjara. Lambat laun aksi ini tepergok sipir.

Seiring waktu, Kartika (Mawar De Jongh) beranjak dewasa lalu jadi pengacara. Ia berupaya membersihkan nama Dodo yang mengidap mental illness dan kadung dicap pembunuh sekaligus pemerkosa anak.

2 Kekhawatiran Tak Terbukti

Kekhawatiran kami terhadap film ini ada dua. Pertama, Miracle In Cell No. 7 terjebak menjadi melodrama yang berlarut. Kedua, segmen-segmen komedi kurang menyatu dengan pilar drama. Alhamdulillah, dua kekhawatiran ini tak terbukti.

Hanung Bramantyo meletakkan fondasi drama berbasis akting prima Vino G Bastian, yang sejak awal pemunculannya mengundang simpati. Gestur seperti gerakan tangan hingga tatapan mata dan cara berjalannya 100 persen meyakinkan.

Kejutan lain datang dari Graciella Abigail yang mengimbangi akting Vino. Tanpa jarak dengan aksi reaksi natural. Inilah modal kuat yang sulit ditandingi. Tanpa dipaksa, penonton ikut memiliki dan kepikiran nasib dua karakter ini.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/resensi-film-miracle-in-cell-no-7/

Resensi Film Miracle In Cell No. 7

Komedi dan Pil Tragedi

Hanung Bramantyo, adalah sineas yang terampil meracik komedi. Maka, saat Dodo masuk sel nomor 7, di sanalah mimbar lawak berdiri. Lakonnya tak main-main, dari legenda hidup Indro Warkop, mantan bintang Extravaganza, hingga para komika.

Jangan lupa, ada Bryan Domani yang citra gantengnya auto-pudar gara-gara rambut gondrong plus kacamata yang enggak banget. Tapi, di sinilah nuansa lawak ditakik dengan memanfaatkan beragam momen receh.

Dari perkara printer hingga keplak-keplakan tanpa kehilangan wibawa bahwa komedi acapkali jadi “kata pengantar” agar pil tragedi rasanya tidak terlalu pahit.

Tonjokan Materi Lawak

Di dalam sel nomor 7 inilah mukjizat terjadi. Para pemeran pendukung mengajak tokoh utama dan penonton melupakan masalah. Dodo dan Kartika sejenak lupa akan kasus hukum yang mengimpit. Penonton rehat sejenak dari harga BBM yang meninggi.

Esensi komedi ini adalah menertawakan hidup dan penderitaan yang melingkunginya. Tonjokan materi lawak tak akan sampai ke saraf humor jika bukan Indro Warkop dkk. yang memainkannya.

Hanung Iris Bawang

Lalu, kita tiba di puncak drama yang dibuat klimaks dengan dialog-dialog sederhana tapi mengena khas Alim Sudio. Momen paling menyakitkan dari film ini adalah kalimat-kalimat dan visual bersayap. Janji Dodo bahwa besok akan pulang membuat kaca-kaca yang mebingkai mata kami pecah.

Bahagianya Dodo akhirnya bisa terbang dengan tangan kanan menunjuk ke cakrawala dan balon warna kuning yang melayang adalah bawang yang sengaja diiris tipis-tipis oleh Hanung.

Paket Lengkap

Miracle In Cell No. 7 adalah paket lengkap. Kita menertawakan penderitaan dan menangisi keberhasilan. Dua emosi yang tertukar momen dan waktu namun di sinilah seni kehidupan. Hanung Bramantyo mengantar kita ke simpang pertukaran ini.

Tak perlu repot-repot membandingkan ini dengan versi aslinya. Bisa dibilang, Miracle In Cell No. 7 versi Indonesia berdiri sendiri. Akarnya, dari Negeri Ginseng. Batang, ranting, dahan, daun dan buahnya dirawat Hanung and the gang.

Bagi Anda yang sedang bermasalah dengan ayah atau telah ditinggal bapak (apapun konteksnya), kami sarankan membawa tisu. Ini peringatan serius. Terakhir, selamat mengenang ayah bersama gambar bergerak yang kita sebut sinema.

 

 

 

Pemain: Vino G Bastian, Mawar De Jongh, Graciella Abigail, Indro Warkop, Tora Sudiro, Indra Jegel, Bryan Domani, Rigen Rakelna, Marsha Timothy, Iedil Dzuhrie, Makayla Rose

Produser: Frederica

Sutradara: Hanung Bramantyo

Penulis: Alim Sudio

Produksi: Falcon Pictures

Durasi: 145 menit

Sinopsis dan Resensi Film Love Again: Akting Perdana Celine Dion yang Bantu Sam Heughan untuk Mendapatkan Hati Priyanka Chopra

Sinopsis dan Resensi Film Love Again: Akting Perdana Celine Dion yang Bantu Sam Heughan untuk Mendapatkan Hati Priyanka Chopra – Film Love Again sudah tayang di bioskop Tanah Air sejak Rabu (10/05/2023). Bergenre romance comedy, film ini sebenarnya merupakan sebuah film adaptasi dari novel bertajuk “Text for You” karya Sofie Cramer.

Selain karena ceritanya, hal yang menarik dari karya Sony Pictures Releasing ini adalah para pemain filmnya, terutama karena kehadiran Celine Dion. Diva dunia itu pertama kali tunjukkan kemampuan aktingnya dalam layar lebar melalui film ini.

Selain Celine, ada pula Priyanka Chopra (Mira Ray) dan Sam Heughan (Rob Burns) jadi karakter utama filmnya. Penonton akan diajak melihat dinamika hubungan Mira dan Rob yang berawal dari sesama orang asing jadi saling kenal karena salah kirim SMS.

Simak sinopsis hingga review film Love Again selengkapnya berikut ini!

Ditinggal Sang Kekasih Selamanya

Adegan pembuka film ini menunjukkan kehangatan cinta yang terjalin antara pasangan kekasih Mira Ray (Priyanka Chopra) dan John (Arinze Kene) di sebuah cafe. Namun siapa sangka, saat John beranjak keluar untuk melanjutkan aktivitasnya, terjadi sebuah kecelakaan di depan cafe yang merenggut nyawanya.

Kehilangan tambatan hati membuat Mira sangat terpukul, ia memilih untuk mengurung diri di rumah orangtuanya selama kurang lebih dua tahun. Keadaan ini membuat pekerjaannya sebagai penulis dan illustrator buku anak itu pun terhambat.

Melihat sang kakak yang terpuruk keadaan, Suzy (Sofia Barclay) pun terus memberikan pesan agar Mira tak larut dalam kesedihan dan kembali ke New York City untuk beraktivitas seperti sediakala. Tak sia-sia, ratusan voicemail dari Suzy akhirnya berhasil buat Mira keluar dari masa berdukanya.

Kembali ke apartemennya justru mengembalikan banyak kenangan dirinya dan John, ia pun mencari cara untuk melepas rasa rindunya. Akhirnya, Mira memutuskan untuk mencoba berkomunikasi dan bercerita ke mendiang kekasihnya melalui SMS ke nomor lama John.

Tanpa Mira ketahui, ternyata nomor lama John sudah diaktifkan kembali dan kini jadi nomor milik seorang jurnalis musik, Rob Burns (Sam Heughan). Merasa tertarik dengan pesan-pesan romantis yang terus ia terima, Rob pun punya misi untuk menemukan siapa orang di balik semua pesan tersebut.

Akan kah Rob berhasil bertemu dengan Mira? Apa yang akan terjadi antara keduanya? Kira-kira begitu lah garis besar cerita film Love Again ini.

Casting yang Tepat

Salah satu nilai jual film ini tentu adalah para cast-nya. Bagaimana tidak? Banyak orang pasti ingin jadi saksi debut acting Celine Dion. Meski perankan dirinya sendiri, Celine terlihat sangat charming saat dirinya bantu Rob Burns mengenal cinta lebih dalam.

Di sisi lain, Sam Heughan yang kerap bintangi film action ternyata juga mampu tunjukkan sisi romantisnya dalam Love Again. Kalau Priyanka Chopra memang tidak usah diragukan lagi, tatapannya saja bisa dengan mudah memikat mata para penonton. Sepanjang film, chemistry Sam dan Priyanka patut diacungi jempol.

Selain ketiga aktor hebat itu, semua aktor pendukung film ini memainkan peran mereka dengan cukup baik. Mulai dari Suzy, dua teman kantor Rob yang bernama Billy dan Lisa, hingga bos Rob juga Mira akan mengocok perut penonton dengan tingkah dan candaan penuh punchline. Tentu saja ini didukung pula oleh script apik yang ditulis oleh Jim Strouse.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/sinopsis-dan-resensi-film-love-again-akting-perdana-celine-dion-yang-bantu-sam-heughan-untuk-mendapatkan-hati-priyanka-chopra/

Sinopsis dan Resensi Film Love Again: Akting Perdana Celine Dion yang Bantu Sam Heughan untuk Mendapatkan Hati Priyanka Chopra

Musik dan OST

Scoring dan musik tentu saja jadi aspek yang tak kalah penting dalam sebuah film. Love Again sendiri banyak memasukkan berbagai lagu hits Celine Dion sepanjang filmnya. Tentu saja hal ini bikin para penggemar Celine ingin bersenandung tiap lagunya diputar.

Attention to detail, penempatan tiap lagu dan scoring-nya dirasa tepat dengan tiap adegan dan momen-momen dalam film. Seakan-akan lirik dan alunan musik Celine Dion turut membantu penonton memahami perasaan Rob maupun Mira.

Celine Dion sendiri ikut turun tangan menyanyikan dua original soundtrack yang berjudul “I’ll Be” dan “Love Again”. Kedua lagu itu pun punya lirik yang bermakna dan sangat easy-listening.

Penuh Nilai tentang Cinta

Ada begitu banyak nilai moral tentang cinta yang disebarkan melalui film Love Again. Rasa kehilangan seseorang yang dicintai tentu bukan sesuatu yang mudah. Berat rasanya untuk dapat meninggalkan masa lalu dan melanjutkan kehidupan seperti sedia kala.

Namun, kisah Mira di film ini berikan gambaran dari kondisi tersebut. Love Again menawarkan penonton solusi lain dari move on, yaitu berdamai dengan masa lalu dan membuka diri untuk sambut perubahan. Seperti lirik soundtrack yang dinyanyikan Celine Dion:

The sun will rise again, storms subside again. This is not the end, and you will love again”.

Kesimpulan

Sejujurnya penulis tidak terlalu sering menonton film dengan genre romance-comedy, sehingga tidak memiliki banyak ekspetasi dari Love Again. Namun, ternyata penulis sangat menikmati setiap detik film ini.

Komposisi sisi romantis dan komedi di dalamnya terasa well-balanced, tidak cheesy atau berlebihan. Perpaduan akting para aktor, musik, visual film, sampai script berhasil menghasilkan suatu karya yang pleasing dapat dinikmati para penonton.

Film ini sangat cocok untuk kamu para penggemar film romcom dengan nilai moral di dalamnya. Jadi, jangan lupa saksikan Love Again di bioksop Tanah Air, ya! Dijamin kamu akan mudah tertawa dan terenyuh dari kisah Mira-Rob yang saling berdamai dengan masa lalu mereka dan mulai melangkahan kaki ke masa depan.

 

Pemain: Priyanka Chopra Jonas, Sam Heughan, Celine Dion, Celia Imrie, Sofia Barclay, Russell Tovey, Lydia West

Produser: Basil Iwanyk, Erica Lee, Esther Hornstein

Sutradara: James C. Strouse

Penulis: James C. Strouse

Produksi: Sony Pictures Releasing

Durasi: 104 menit

Resensi Film John Wick 4: Duel Satu Lawan Satu Paling Mematikan Dalam Sejarah, Klasik Sekaligus Penuh Gaya

Resensi Film John Wick 4: Duel Satu Lawan Satu Paling Mematikan Dalam Sejarah, Klasik Sekaligus Penuh Gaya – Salah satu raksasa Hollywood yang paling ditunggu tahun ini bisa jadi John Wick 4. Tayang di bioskop sejak pekan terakhir Maret 2023, karya sineas Chad Stahelski ini masih perkasa menguasai layar lebar.

John Wick: Chapter 4 membawa sang tokoh utama terbang dari ingar bingar New York City, AS, ke hotel prestisius Osaka Continental, Jepang. Di sana, John Wick bertemu kawan lawas, Shimazu Koji (Hiroyuki Sanada).

Koji salah satu tokoh baru dengan peran krusial dalam dunia John Wick yang makin gila. Keanu Reeves tetap di posisi sentral. Hidupnya makin rumit kalau tak mau dibilang sulit. Namun menyerah tak pernah jadi pilihan.

Chapter 4 yang digagas Lionsgate sejak Mei 2019 adalah perjalanan paling berisiko. Penulis skenario Shay Hatten dan Michael Finch punya alasan kuat mengapa harus bercerita sepanjang 169 menit untuk jilid keempat John Wick. Berikut resensi film John Wick Chapter 4.

Marquis Vincent Versus Wick

Charon (Lance Reddick) dan Winston (Ian McShane) menghadap Marquis Vincent (Bill Skarsgard), anggota High Table baru yang berkuasa. Pertemuan rahasia ini membahas John Wick yang berstatus Excommunicado namun tak kunjung bisa dieksekusi seluruh kota.

Pertemuan segitiga ini berakhir dengan dua kejadian tragis. Salah satunya, peledakan New York Continental sebagai statement tegas High Table. “Kesempatan kedua adalah suaka bagi orang-orang gagal,” kata Marquis sebelum meninggalkan ruang pertemuan.

High Table mengerahkan agen terbaiknya setelah melacak keberadaan John Wick di Osaka Continental. Atas nama persahabatan, Koji dan putrinya, Akira (Rina Sawayama) membantu John Wick menghindari pengejaran. Osaka Continental pun jadi arena pertumpahan darah.

Marquis rela membayar puluhan juta dolar AS asal John Wick terbunuh. Dua jagoan yang belakangan direkrut, Caine (Donnie Yen) dan The Tracker (Shamier Anderson). Muncul ide gila, pakai tradisi lawas untuk melepaskan diri dari status Excommunicado John Wick.

John Wick yang kehilangan nama keluarga mendatangi Katia (Natalia Tena). Keduanya menjalani ritual pemulihan nama keluarga. Dengan nama keluarga yang didapat, John Wick menantang Marquis duel satu lawan satu di Paris, persis saat fajar menyingsing.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/resensi-film-john-wick-4-duel-satu-lawan-satu-paling-mematikan-dalam-sejarah-klasik-sekaligus-penuh-gaya/

Resensi Film John Wick 4 Duel Satu Lawan Satu Paling Mematikan Dalam Sejarah Klasik Sekaligus Penuh Gaya

Durasi Panjang Amat

Pertanyaan yang kali pertama muncul saat John Wick 4 dirilis, perlukah durasinya sepanjang ini? Jawabnya perlu. Jilid keempat menekankan pada proses pemulihan reputasi dan kemuakan tokoh utama pada “ikon” High Table yang baru.

Untuk mencapai babak akhir, ada rentetan peristiwa penting yang harus dilalui. Pertumpahan darah di Osaka baru permulaan. Dengan cetak biru buatan Derek Kolstad, duo penulis naskah Shay Hatten dan Michael Finch membangun sejumlah jembatan penghubung ke tokoh baru.

Tokoh Baru Yang Believable

Menariknya, sejumlah tokoh anyar ini hadir secara believable. Kali pertama menyaksikan Koji, Caine, dan John Wick, kita serasa melihat kenalan lama kangen-kangenan dengan senjata. Kita merasakan kehadiran masa lalu seraya membaca pilihan yang pernah mereka buat.

Tak perlu menyangsikan kehebatan Keanu Reeves dalam meresapi jati diri John Wick yang sendiri, dingin, sepi, tanpa ampun, dan paham konsekuensi dari setiap pilihan. Daya tarik lain film ini adalah kecerdasan sutradara dan penulis dalam menghadirkan lawan sepadan.

Lawan Bagai Warna Pelangi

Lawan John Wick bagai warna pelangi karena punya karakter beragam. Ada yang memiliki keterbatasan fisik tapi berakal bulus. Ada yang tak paham dengan apa dan siapa yang dihadapi, namun jeli memanfaatkan peluang. Ada yang bodoh namun jabatan memungkinkannya berbuat apa saja.

Beda lawan, beda pula teknik memperdaya dan mengalahkannya. Kuncinya, kemampuan, cara berpikir, dan jam terbang. John Wick punya ketiganya. Chad Stahelski tak lantas menjadikannya manusia setengah dewa. Dalam banyak adegan kita melihatnya kewalahan.

Film Aksi Penuh Gaya

John Wick 4 adalah film aksi penuh gaya. Anda mau adegan apapun ada. Dari pakai pisau, pistol, sampai tangan kosong. Sinematografi dan tata cahaya membuat dunia John Wick yang gelap jadi penuh warna tanpa memudarkan citra baku pukul bertaruh nyawa.

Dalam banyak aspek film ini terasa klasik dengan koreografi yang dibuat penuh selera. Desain produksinya merefleksikan transformasi John Wick dari pensiunan pembunuh bayaran yang disatroni maling menjadi pria matang penantang jaringan tirani kelas dunia.

Keberanian, Harapan, Berjuang

Transformasi ini merefleksikan keberanian, harapan, dan berjuang sampai mati. John Wick 4 matang dari aspek penokohan hingga teknis. Ia tahu kapan harus ngebutsantuy sekedap sambil menjelaskan koneksi antartokoh, ngamuk lalu menyelesaikan konflik utama secara jantan.

Dengan adegan pembuka yang bikin ketar-ketir, John Wick 4 berakhir dengan baku hantam yang tak sekadar pamer skill. Saya tertawa saat tahu sang jagoan sengaja tak menembak. Ya, inilah John Wick. Ia tahu kapan harus menahan diri dan kapan mesti… dor!

Review Film: The Flash, Suguhkan Perjalanan Masa Lalu yang Seru dan Penuh Kekacauan

Review Film: The Flash, Suguhkan Perjalanan Masa Lalu yang Seru dan Penuh Kekacauan – Seru dan keren, menjadi dua kata yang menggambarkan film superhero The Flash. Di balik kostum merah dengan kekuatan super cepat, Barry Allen atau The Flash memiliki kehidupan yang tragis sehingga membuat dirinya kembali ke masa lalu demi memperbaiki nasib.

Sinopsis The Flash

The Flash mengungkap sosok Barry Allen dalam kehidupan asli dengan karakter cerdas, konyol, dan lamban, yang bekerja di Departemen Kepolisian Kota Pusat sebagai ahli kimia forensik.

Menyadari kehidupannya yang malang, Barry menggunakan kekuatan kecepatan supernya untuk lari ke masa lalu, demi mencegah pembunuhan ibunya yang terjadi saat dia masih kecil. Tak semudah yang dibayangkan, saat Barry kembali ke masa kini, ia menemukan banyak hal yang berubah secara drastis.

Perubahan itu bahkan tak hanya terjadi di bumi, namun juga alam semesta yang berubah menjadi versi baru dengan menampilkan sosok Supergirl, alih-alih Superman. Dengan segala upaya, Barry berusaha mengembalikan ruang dan waktu untuk kembali menjadi normal.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/review-film-the-flash-suguhkan-perjalanan-masa-lalu-yang-seru-dan-penuh-kekacauan/

Film superhero dengan nuansa humor

Sebagai penikmat film superhero, sebenarnya kisah yang diangkat dalam film The Flash bukanlah hal baru. Begitu pula dengan plotnya yang cenderung mudah ditebak. Namun, saya akui bahwa pengemasannya terasa sedikit berbeda berkat tampilan yang lebih menarik.

Genre filmnya sendiri termasuk film superhero ‘serius’ yang dibumbui dengan adegan-adegan konyol. Tak heran, beberapa kali mencuri perhatian penonton hingga tertawa terbahak-bahak.

Selebihnya, film ini disajikan dalam FX digital apik yang membuat saya terpukau dengan keindahan visualnya. Meski begitu, tetap ada beberapa adegan yang terasa kurang maksimal.

Hadirkan banyak kejutan yang manjakan mata

Poin satu ini juga menjadi alasan utama yang membuat film The Flash patut disaksikan pencinta DC film. Pasalnya, film ini tak hanya menampilkan karakter utama saja, ada reuni kecil dari film Justice League, lengkap dengan jajaran superhero ikoniknya.

Saya pribadi sangat merekomendasikannya karena The Flash mampu menyajikan film yang seru, bahkan tak sedikit adegan yang berhasil menuai pujian dan tepuk tangan dari penonton.

 

Review Film Barbie (2023): Mengkhayalkan Kenyataan

Melalui sosok boneka “Barbie” keluaran Mattel, Inc.—mainan populer anak-anak perkotaan dengan berbagai makna dan ingatan yang kadung melekat erat—Greta Gerwig mengangkat isu kesetaraan perempuan dan pria dengan tenang, senang, dan cemerlang dalam filmnya.

Review Film Barbie (2023): Mengkhayalkan Kenyataan – Ketekunan Gerwig akan isu perempuan setidaknya telah kita dapatkan pada sekian petikan wawancaranya di berbagai media massa dan di dua filmnya: Lady Bird (2017) dan Little Woman (2019)—yang hadir pada nuansa sebuah gerakan kolektif perempuan pada dunia sinema. Pada kedua film, terdapat tokoh perempuan yang punya nyali dan sadar bahwa antara perempuan dan pria patut setara—dengan suara yang lantang dan bulat.

Adapun pada film ini, Gerwig—serta Noah Baumbach, kekasihnya—meracik cerita dan penokohan yang berbeda dengan film-film sebelumnya. Kali ini, Gerwig memainkan  sosok boneka Barbie yang dianggap telah lama melanggengkan industrialisasi, konsumerisme, dan sensualitas. Oleh sebab itu, penikmat film serta kritikus, terangsang untuk meraba-raba gaya penyajiaan dan isu utama yang akan dibawa Gerwig pada film teranyarnya ini.

Bersama film terbaru Christopher Nolan, Oppenheimer (2023), Barbie pun menjadi film yang amat ditunggu pada pertengahan tahun 2023 ini. Dalam film ini, para bintang turut ambil bagian: Margot Robbie, Ryan Gosling, Will Ferrell, hingga Dua Lipa. Dari sisi publikasi dan kampanye, film ini pun penen antusias publik, termasuk di dalam negeri—meski Barbie bukan film yang berkategori ramah untuk semua umur.

Kesetaraan yang Menyata

Digambarkan, jagat Barbie—sebuah dunia penuh warna, utamanya merah muda; tempat yang takmemuat sedikit pun nestapa—merupakan lingkungan yang ideal bagi para perempuan: kebahagiaan yang senantiasa bersarang di dada dan kesempurnaan fisik yang takpernah menghilang. Perempuan pun menjadi pusat di jagad ini—tanpa perlu bergantung pada para boneka pria—hampir semuanya bernama Ken dan satu Allan (Michael Cera). Bahkan, para Ken digambarkan tidak punya kuasa ataupun kendali untuk memaksa.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/review-film-barbie-2023-mengkhayalkan-kenyataan/

Review Film Barbie (2023): Mengkhayalkan Kenyataan

Namun, secara jitu, makna tersebut langsung dipatahkan Gerwig dengan adegan kesadaran eksitensial salah seorang Barbie yang menjadi pusat kisah—serupa Ken, Barbie bukan nama satu entitas saja, melainkan juga disematkan pada semua boneka, misalnya Barbie jaksa, Barbie astronout, Barbie perempuan karier, Barbie penyanyi, Barbie presiden, serta lainnya. Di antara berjuta rupa Barbie, seorang Barbie yang jelita (Robbie) tetiba amat takut akan datangnya kematian—seketika itu, ia pun tidak lagi menjadi Barbie dari negeri dongeng.

Dengan kesadaran tersebut, si Barbie akhirnya menjadi “setengah manusia”, tetapi lengkap dengan pelbagai masalah. Tersibaknya dunia nyata juga makin membuat si Barbie terpukul dan terheran-heran— serupa makna literal dari ungkapan “pusing pala Barbie”. Utamanya, kokohnya budaya patriarki—terma yang baru ia dan Ken (Gosling) jelang di dunia nyata—meluluhlantahkan dunia ideal yang selama ini Barbie tersebut rasakan di jagat Barbie. Di sisi lain, tokoh Ken—boneka pria—merasa bahwa ada peluang mengadopsi ide tersebut ke dunia Barbie yang didominasi perempuan.

Sementara itu, terombang-ambingnya si Barbie juga memberikan pemaknaan baru bahwa ada versi Barbie yang lain: Barbie yang dapat stres, kosong harapan, dan tidak harus bahagia. Pun si Barbie, seorang perempuan, tidak harus mengikuti makna yang kuat di masyarakat akan sosok yang ideal, baik fisik maupun sifat yang dimilikinya. Sayangnya, sosok Barbie ini tidak pernah ada di etalase toko manapun.

Melalui konflik tersebut, Barbie dan Ken pun “dipreteli” melalui gugatan akan pandangan gender yang langgeng di masyarakat: apa yang pantas dan tidak pantas. Dalam hal ini, Greta Gerwig tidak mengupasnya dengan kasar dan segera, justru ia mengemasnya dengan gemas, sabar, dan menarik. Sajian tembang dan tarian pada beberapa bagian juga menyihir penonton dan menghidupkan kisah.

Sayangnya, Gerwig tidak memberikan reorientasi yang tegas akan konflik film ini—meski ia tidak harus melakukannya. Ia mengambil jalan tengah yang klise: hadirnya kesetaraan di dunia nyata serta dunia Barbie, lalu membiarkan kita tinggal pada angan-angan tersebut. Ia pun menutup film dengan adegan yang multitafsir—yang bisa saja menjadi pemantik Barbie 2—yang menarik untuk dinantikan sebab tawaran isu yang lebih segar.

Akhirnya, Gerwig cukup mampu melunasi ekspektasi publik akan kemenarikan Barbie (2023). Melalui karya ternyarnya, ia berhasil menyodorkan isu yang relevan dengan racikan sajian yang mengasyikkan dan mengesankan. Jagat Barbie dan Ken tentu dapat dimasuki secara lengkap genap apabila disaksikan di layar lebar.

Review Film: Blue Beetle, Kisah Superhero Kocak yang Hadirkan Arti Keluarga

Review Film: Blue Beetle, Kisah Superhero Kocak yang Hadirkan Arti Keluarga – Tahun ini, DC Studios kembali merilis film superhero terbaru dengan mengangkat karakter DC Comics lainnya, Blue Beetle. Menariknya, film ke-14 dalam DC Extended Universe (DCEU) ini menampilkan jajaran wajah baru dalam industri perfilman Hollywood. Lantas, apakah film Blue Beetle patut disaksikan? Simak ulasannya berikut ini.

Film Blue Beetle menampilkan Jaime Reyes yang berpulang ke kampung halaman usai menyelesaikan masa studi. Dengan kondisi ekonomi seadanya, Jaime bertekad mengunjungi Jenny Kord di Kord Industries untuk mendapatkan pekerjaan.

Alih-alih mendapat pekerjaan, Jaime justru menemukan peninggalan kuno bioteknologi alien yang disebut Scarab. Tanpa diduga, Scarab yang menyerupai bentuk kumbang biru itu memilih Jaime untuk menjadi tuan rumah simbiosisnya.

Jaime kemudian berubah menjadi pahlawan super yang memiliki kekuatan tak terduga. Nahas, kondisi itu sontak membuat dia dan keluarganya berada dalam kondisi terancam karena diburu oleh Victoria Kord yang memiliki niat buruk untuk menguasai dunia.

Baca Juga : https://nymeriatv.com/review-film-blue-beetle-kisah-superhero-kocak-yang-hadirkan-arti-keluarga/

Review Film: Blue Beetle, Kisah Superhero Kocak yang Hadirkan Arti Keluarga

Hadirkan cerita ringan dengan nuansa kekeluargaan

Memiliki durasi 2 jam 7 menit, film Blue Beetle menampilkan kisah pahlawan super yang ringan dan sederhana dengan jalan cerita yang mudah dipahami. Walau belum menghadirkan kisah pahlawan super yang baru dan segar, tapi film ini menawarkan sudut pandang berbeda dengan menampilkan sisi keluarga sekaligus makna mendalam tentang hal itu. Karakter Jaime sendiri digambarkan sebagai family man yang rela berkorban demi keutuhan keluarganya, lho.

Aksi totalitas yang bertabur humor

Sebagai film superhero, Blue Beetle mampu menyuguhkan aksi pertempuran apik dan totalitas. Menariknya lagi, film ini sangat menghibur karena hampir sepanjang film masing-masing karakter membawakan perannya dengan celotehan dan tingkah yang konyol.

Sebagai kesimpulan, film ini tak sekadar tentang pahlawan super, tetapi juga menceritakan sisi humor serta keluarga. Lantas, apakah film Blue Beetle patut ditonton? Tentu saja, jawabannya iya, terutama jika kamu penggemar DC Comics dan DC Movie. Well, Blue Beetle sudah tayang di bioskop Indonesia mulai hari ini dengan rating usia penonton 13 tahun ke atas.

 

Film Barat Terbaru yang Wajib Ditonton di Tahun 2023

Film Barat Terbaru yang Wajib Ditonton di Tahun 2023 – Setiap minggunya, selalu ada film barat yang tayang di bioskop-bioskop tanah air. Baik genre laga, roman, komedi, sampai horror. Sebagai penonton, kita bebas memilih film yang hendak ditonton berdasarkan genre, pemain, atau popularitasnya.

Untuk menemani waktu luangmu, Bacaterus sudah merangkum daftar film barat terbaru yang sayang bila dilewatkan. Film-film barat yang akan kami bahas di sini berasal dari semua genre. Jadi, kamu bisa menentukan film terbaru yang ingin ditonton sesuai genre, sinopsis atau pemain yang kamu sukai. Enjoy!

1. Mission: Impossible – Dead Reckoning, Part One

Tahun Rilis 2023
Genre Action, Adventure, Thriller
Sutradara Christopher McQuarrie
Pemeran ∙ Tom Cruise ∙ Ving Rhames ∙ Simon Pegg ∙ Rebecca Ferguson ∙ Vanessa Kirby
Info Selengkapnya →

Ethan Hunt (Tom Cruise) dan tim IMF (Impossible Mission Force) diminta untuk menjalankan misi super berbahaya. Sebuah senjata baru dengan teknologi mutakhir selesai dikerjakan, efek dari senjata itu mampu melibas nyawa secara masif. Ini membuat Ethan dan IMF harus menemukan penemu dan senjata itu.

Dikhawatirkan apabila senjata itu jatuh ke tangan yang salah, semua akan menjadi lebih kacau. Namun untuk mendapatkan senjata ini, bukanlah hal mudah bagi Ethan dan timnya. Mereka harus menghadapi semua musuh dari seluruh dunia yang menginginkan senjata itu juga. Belum lagi para musuh sangat sulit dikalahkan.

2. Insidious: The Red Door

Insidious: The Red Door_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Horror, Mystery, Thriller
Sutradara Patrick Wilson
Pemeran ∙ Ty Simpkins ∙ Patrick Wilson ∙ Rose Byrne ∙ Andrew Astor ∙ Lin Shaye
Info Selengkapnya →

Film ini mengambil latar waktu 10 tahun setelah kejadian yang menimpa keluarga Josh Lambert dalam film sebelumnya Insidious: Chapter 2 (2013). Satu hari, Josh Lambert (Patrick Wilson) pergi mengantar anaknya yang sudah beranjak dewasa untuk kuliah di salah satu Universitas Ivy League wilayah timur yang bergengsi.

Dalton (Ty Simpkins) tidak sabar memulai hidup sebagai mahasiswa, namun alih-alih mendapatkan apa yang Dalton harapkan, cobaan besar mendatangi remaja tersebut. Iblis dari masa lalunya yang sudah hilang kembali muncul lagi menghantui. Akhirnya Josh dan Dalton pergi ke The Further untuk menyelesaikan semua.

3. Indiana Jones and The Dial of Destiny

Indiana Jones and The Dial of Destiny_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Action, Adventure
Sutradara James Mangold
Pemeran ∙ Harrison Ford ∙ Phoebe Waller-Bridge ∙ Mads Mikkelsen ∙ Antonio Banderas
Info Selengkapnya →

Indiana Jones (Harrison Ford) merupakan seorang arkeolog Amerika yang gemar berpetualang. Pada waktu tahun 1944, ia pernah memberikan bantuan kepada salah satu koleganya, Basil Shaw (Toby Jones) untuk menggagalkan upaya seorang Nazi bernama Jürgen Voller (Mads Mikkelsen) yang ingin mencuri Antikythera.

Setelah 25 tahun berselang, Jones terkejut ketika tahu bahwa Pemerintah AS mempekerjakan mantan Nazi untuk mengalahkan Uni Soviet dalam kompetisi mencapai ruang angkasa. Orang itu adalah Voller. Kini Jones harus bertanding untuk menemukan Antikythera dan membatalkan rencana Voller untuk menguasai dunia.

4. Barbie

News_Barbie (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Adventure, Based on Toys, Comedy, Drama, Fantasy, Friendship, Live Action, Musical, Romance, Youth
Sutradara Greta Gerwig
Pemeran ∙ Margot Robbie ∙ Ryan Gosling ∙ America Ferrera ∙ Simu Liu ∙ Issa Rae ∙ Ariana Greenblatt
Review Baca di sini
Info Selengkapnya →

Di dunia Barbie, semuanya berjalan dengan aman dan nyaman. Seluruh jenis Barbie ada di sini berikut bermacam-macam jenis pekerjaan mereka. Dari sekain banyak Barbie yang eksis, ada satu Barbie paling menarik (Margot Robbie). Barbie inilah yang membuat Ken (Ryan Gosling) jadi suka dan tertarik padanya.

Menjalani hidup di dunia Barbie memang menyenangkan, namun ini membuat Barbie penasaran bagaimana rasanya hidup di dunia nyata. Angan-angan Barbie pun akhirnya terwujud, bersama Ken ia berpetualang ke dunia nyata, namun apa yang jadi ekspektasi Barbie pada dunia ini sangat jauh berbeda.

5. Asteroid City

Asteroid City_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Comedy, Romance
Sutradara Wes Anderson
Pemeran ∙ Jason Schwartzman ∙ Scarlett Johansson ∙ Jeffrey Wright ∙ Tom Hanks ∙ Tilda Swinton ∙ Bryan Cranston
Info Selengkapnya →

Augie (Jason Schwatrzman) merupakan seorang fotografer perang profesional. Satu waktu, ia dan anak-anaknya menghadiri sebuah konvensi astronomi remaja. Disana ia bertemu dengan seorang aktris bernama Midge (Scarlett Johansson) bersama putrinya. Augie lantas jatuh hati pada Midge setelah pandangan pertama.

Kisah percintaan mereka harus bercampur dengan kisah lain dimana seluruh peserta konvensi yang berada di padang gurun bertemu dengan alien dan mengalami peristiwa-peristiwa aneh. Mereka bahkan harus memberontak karena pihak militer melakukan karantina besar-besaran, mampukah mereka bertahan?

6. The Flash

The Flash 2023_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Action, Adventure, Fantasy
Sutradara Andy Muschietti
Pemeran ∙ Ezra Miller ∙ Sasha Calle ∙ Michael Shannon ∙ Ron Livingston ∙ Maribel Verdu
Review Baca di sini
Info Selengkapnya →

Barry Allen (Ezra Miller) sedang menunggu sidang ketiga Ayahnya yang mendapat tuduhan membunuh istrinya sendiri, Nora (Maribel Verdú). Hal ini sangat berat untuk Barry karena ia tahu benar Ayahnya tidak melakukan hal itu. Di saat dilanda kecemasan berlebih, tanpa sengaja, Barry berhasil membuka sebuah portal waktu.

Barry lantas berpikir untuk bisa menyelamatkan Ibunya dari pembunuhan misterius dan menyelamatkan Ayahnya dari segala tuduhan. Ia pun melakukan perjalanan waktu namun sayangnya ia malah membuka garis waktu tak terbatas dan mengakibatkan adanya efek butterfly, kini Barry terjebak dalam dunia yang ia buat sendiri.

7. Extraction 2

Extraction 2_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Action, Thriller
Sutradara Sam Hargrave
Pemeran ∙ Chris Hemsworth ∙ Daniel Bernhardt ∙ Golshifteh Farahani ∙ Sinead Phelps ∙ Tinatin Dalakishvili ∙ Adam Bessa
Info Selengkapnya →

Tyler Rake (Chris Hemsworth) merupakan seorang pensiunan tentara bayaran. Satu kali ia diminta untuk menyelamatkan saudara perempuan mantan istrinya dan anak-anaknya dari penjara di Georgia. Menyetujui misi itu, ia dan timnya segera pergi ke penjara dan segera menyelamatkan mereka meski membuat huru-hara.

Huru-hara itu membuat suami dari saudara perempuan mantan istri Tyler terbunuh dan ini membangkitkan amarah anggota gangster yang notabene-nya adalah keluarga sang suami. Para anggota gangster itu kini memburu bukan hanya Tyler, tim dan semua orang yang terlibat dalam rencana pelarian diri mereka dari penjara.

 

Baca Juga : https://nymeriatv.com/film-barat-terbaru-yang-wajib-ditonton-di-tahun-2023/

8. Elemental

Elemental_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Adventure, Animation, Comedy, Coming of Age, Family, Fantasy, Friendship, Kids, Law, Sci-Fi, Teen
Sutradara Peter Sohn
Pemeran ∙ Mamoudou Athie ∙ Leah Lewis
Info Selengkapnya →

Bernie (Ronnie del Carmen) dan Cinder Lumen (Shila Ommi) merupakan pasangan elemen api. Mereka mengalami xenofobia di kota elemen dan membuat mereka kesusahan mendapatkan tempat tinggal. Setelah berusaha sekuat tenaga, mereka pun kini punya tempat tinggal sekaligus toko serba ada bernama Fireplace.

Mereka juga dikaruniai seorang anak bernama Ember (Leah Lewis) yang punya temperamen tinggi.  Namun temperamen Ember mulai berkurang setelah ia bertemu dengan Inspektur Kesehatan bernama Wade (Mamoudou Athie) yang berasal dari elemen air. Mereka pun mulai menjalin hubungan dengan banyak rintangan.

9. Transformers: Rise of The Beast

Transformers Rise of the Beasts_
Tahun Rilis 2023
Genre Action, Adventure, Sci-Fi
Sutradara Steven Caple Jr.
Pemeran ∙ Anthony Ramos ∙ Dominique Fishback ∙ Luna Lauren Velez ∙ Tobe Nwigwe ∙ Peter Cullen ∙ Ron Perlman
Review Baca di sini
Info Selengkapnya →

Sebuah ras manusia Cybertron yang dikenal dengan Maximals diserang oleh Unicron pemakan planet. Ini berdampak sangat buruk dan membuat semuanya melarikan diri ke bumi menggunakan Transwarp Keys. Kedatangan mereka ke bumi mengundang Terrorcons dan Predacons untuk mengambil perangkat itu.

Guna meredam aksi mereka yang bisa membahayakan banyak pihak, Autobots dan para Maximals turun tangan menghadang. Mereka juga dibantu oleh seorang pria bernama Noah (Anthony Ramos) dan seorang gadis pekerja magang museum bernama Elena (Dominique Fishback). Mereka bersatu melawan para musuh.

10. The Boogeyman

The Boogeyman_Poster (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Horror, Mystery, Thriller
Sutradara Rob Savage
Pemeran ∙ Chris Messina ∙ Vivien Lyra Blair ∙ Sophie Thatcher ∙ David Dastmalchian ∙ Marin Ireland
Info Selengkapnya →

Keluarga Harper tengah berduka, sang Ibu meninggal dan menyisakan kesedihan untuk sang suami, Will (Chris Messina). Tidak hanya suami, kedua anak perempuan mereka Sadie (Sophie Thatcher) dan Sawyer (Vivien Lyra Blair) pun turut berduka.

Semua kesedihan itu ditambah oleh sang Ayah yang tidak bisa memberikan dukungan moral untuk anak-anaknya, sehingga membuat semuanya semakin sulit.

Sang Ayah yang merupakan seorang terapis pun bekerja untuk meredam rasa sedihnya. Salah satu pasiennya bernama Lester (David Dastmalchian) tiba-tiba muncul di kediaman Harper untuk meminta bantuan, namun setelahnya mimpi buruk terjadi. Etintas supernatural mengerikan bernama Boogeyman muncul!

11. Fast X

Fast X_
Tahun Rilis 2023
Genre Action, Adventure, Crime, Mystery, Road Film, Thriller, Violence
Sutradara Louis Leterrier
Pemeran ∙ Vin Diesel ∙ Michelle Rodriguez ∙ Tyrese Gibson ∙ Chris “Ludacris” Bridges ∙ Jason Momoa
Review Baca di sini
Info Selengkapnya →

Keluarga Dom (Vin Diesel) ada dalam bahaya setelah musuh lama Dom, Dante (Jason Momoa) kembali hadir ke kehidupannya guna menuntut balas atas kematian sang Ayah berikut perampasan harta keluarga Dante. Dom khawatir akan keselamatan istrinya, Letty (Michelle Rodriguez) dan anaknya Little B (Leo Abelo).

Ancaman tersebut membuat Dom bersama timnya bersama-sama melawan Dante yang punya banyak sekali kaki tangan. Bahkan Dante bersumpah untuk melenyapkan semua orang yang dekat dengan Dom berikut teman-teman yang membantunya dari dulu hingga saat ini. Mampukah Dom mengalahkan Dante?

12. The Little Mermaid

News_The Little Mermaid_Story (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Adventure, Drama, Family, Fantasy, Kids, Musical, Romance, Teen
Sutradara Rob Marshall
Pemeran ∙ Halle Bailey ∙ Jonah Hauer-King ∙ Melissa McCarthy ∙ Javier Bardem ∙ Daveed Diggs ∙ Jacob Tremblay
Review Baca di sini
Info Selengkapnya →

Ariel (Halle Bailey) merupakan putri duyung yang punya minat dan rasa ingin tahu besar terhadap dunia manusia. Namun hal ini tidak didukung oleh Ayah Ariel, Raja Triton (Javier Bardem) karena sang Raja percaya bahwa manusia itu jahat mengingat istrinya, Ratu Athena tewas di tangan manusia.

Percaya bahwa tidak semua manusia seperti itu, Ariel nekat mendekati permukaan dan bertemu seorang pangeran bernama Eric (Jonah Hauer-King). Ia jatuh hati pada sang pangeran sehingga Ariel rela menukar suara & jiwanya pada penyihir laut yang juga adalah Bibinya, Ursula (Melissa McCarthy), untuk bersama Eric.

13. Guardian of The Galaxy Vol. 3

Guardian of the Galaxy Vol. 3 (Copy)
Tahun Rilis 2023
Genre Action, Adventure, Comedy, Family, Friendship, Romance, Sci-Fi, Superhero
Sutradara James Gunn
Pemeran ∙ Chris Pratt ∙ Zoe Saldaña ∙ Dave Bautista ∙ Pom Klementieff ∙ Karen Gillan ∙ Bradley Cooper
Review Baca di sini
Info Selengkapnya →

Para Penjaga Galaksi diserang oleh seorang pejuang bernama Adam Warlock (Will Poulter), serangan tersebut membuat Rocket (Bradley Cooper) terluka parah. Mengetahui salah satu teman mereka dalam ambang bahaya, seluruh tim Galaksi melakukan perjalanan untuk menyelamatkan Rocket.

Dalam keadaan kritis, Rocket mulai mengingat masa lalunya yang menyedihkan. Dulu, ia merupakan makhluk hasil uji coba evolusioner tingkat tinggi. Sementara Rocket berjuang untuk hidupnya, teman-teman Galaksi yang lain pun berusaha mendapatkan kode yang ada di counter-earth. Akankah Rocket selamat dari masa sulitnya?